Dari Belajar Budidaya Ikan Cupang Malah Raup Untung

Koleksi ikan cupang hias milik Supri (Kolase/Ogahdiem.com)

Ogahdiem.com | Terinspirasi dari seorang teman, Supri Hartono (49) mencoba peruntungan dengan merambah usaha kecil-kecilan yakni budidaya ikan cupang. Khususnya ikan cupang hias. Seperti diketahui, ikan cupang terkenal karena kecantikan warna dan siripnya. Selain itu, ikan cupang juga dikenal karena keahliannya sebagai ikan petarung hingga penggunaannya sebagai ikan pembasmi jentik nyamuk.

Pensiun dini sebagai karyawan salah satu bank swasta di Jakarta, Supri mengawali usahanya di tahun 2016. Tak dinyana, selama tiga tahun berjalan, ia mampu meraup keuntungan cukup lumayan. Dalam seminggu, bapak tiga anak ini bisa menjual ikan cupang hias sekitar 30 hingga 50 ekor. Kenapa khusus hias, Supri mengatakan market ikan cupang hias justru banyak diminati.

“Soal harga jual tergantung ukuran, jenis dan kualitasnya. Semisal, ikan hias jenis super red, saya jual kisaran harga lima ribu sampai lima belas ribu Rupiah per ekornya. Kalau jenis giant (raksasa) lebih mahal lagi,” ungkap Supri saat ditemui Ogahdiem.com.

Alasan Supri beternak ikan cupang karena relatif lebih mudah dibanding ikan hias lain, seperti koki maupun koi. Dalam perawatan hariannya, juga tidak ada trik-trik khusus, seperti gelumbung udara maupun makanan khusus lainnya. Ikan cupang juga dikenal tahan banting di segala cuaca dan tangguh terhadap perubahan cuaca yang berdampak pada suhu air.

“Untuk perawatan ikan cupang hias agar terlihat bagus, yang penting rajin ganti airnya, minimal seminggu dua kali. Untuk makanannya paling bagus kutu air. Kutu air bikin lincah gerakan ikan cupang. Pemberian makan sebaiknya pada pagi dan sore hari. Perawatan ikan cupang juga bisa menggunakan daun ketapang, tapi harus tahu dan tepat menggunakannya. Daun ketapang bagus untuk memyembuhkan, memperkuat serta membuat warna ikan cupang bagus,” tutur alumnus SMPN 16 Jakarta angkatan 1985 ini.

Supri sendiri saat ini memiliki 8 kolam ikan yang berada di samping halaman rumahnya di Jalan Pintu Air RT 06 RW 03 No. 68, Kelurahan Parung Serab, Kecamatan Cileduk, Kota Tangerang. Ukuran kolamnya rata-rata 1X1,5 meter. Di kolam-kolam itu, dia menjalankan proses budidaya mulai dari pembibitan, mengawinkan hingga pembesaran ikan cupang.

Lanjut Supri, di kolam pembesaran bila usia ikan cupang khususnya yang jantan sudah mencapai dua sampai tiga bulan atau berukuran dua centimeter lebih langsung dipisahkan satu-satu ke toples berbahan beling berukuran sedang.

“Ikan cupang hias juga kalau enggak dipisahin bakal berkelahi. Itu bisa berpengaruh pada kualitas warna dan siripnya,” katanya. “Selain pembeli dari sekitar rumah, banyak juga pembeli dari luar. Sebagian juga dititip ke beberapa teman antar pedagang ikan cupang.”

Dari tampilan dan beberapa manfaat ikan cupang, maka tak heran permintaan ikan berbadan mungil yang masuk keluarga Osphronemidae dengan genus Betta ini tak pernah sepi peminat. (Cahyo Dharmodjo/Ogahdiem.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*