Delapan Hari Keliling Rusia


Benteng Kremlin Moscow (Foto: Istimewa)

Ogahdiem.com, Rusia | Rusia bukan hanya sebagai salah satu kiblat arsitektur peninggalan sejarah di dunia. Negeri berjuluk Beruang Putih ini pun menyimpan beragam magma destinasi wisata yang pantang terlewat.

Salah seorang Traveler wanita asal Indonesia bernama Rianasarry selama delapan hari mencoba menangkap keindahan-keindahan Rusia melalui kameranya ketika bersama rekan-rekannya berkunjung di negara yang menempati 1/7 dari total daratan di planet bumi ini pada September 2018 lalu.

Sari, begitu sapaan akrab Rianasari, langsung membagikan beberapa hasil jepretannya ke redaksi Ogahdiem.com. Lewat hasil potretannya dengan spot-spot yang nge-hit menunjukkan bahwa Rusia dan Ibukotanya Moskow, memang memiliki kekuatan magis wisata menakjubkan!

Ogahdiem.com pun mencoba menghimpun sekelumit cerita serta sejumlah foto yang dikirim Sari yang menandaskan bahwa Rusia terlihat epik seolah berlatar bak negeri dongeng. Minggu (13/10/2018), Ogahdiem.com sajikan untuk kamu-kamu.

Tiba di Domodedovo Airport Moscow

Foto: Istimewa

Perjalanan dari Jakarta hingga Moskow cukup panjang, kami berangkat pada Rabu (5/10/2018) pukul 12.35 WIB dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan Penerbangan Thai Airlines, setelah menempuh perjalanan selama 4 jam kemudian transit dan bermalam di salah satu hotel di Bangkok untuk melanjutkan penerbangan ke Moskow keesokan harinya. Kamis (6/10/2018) pukul 10.00 waktu Bangkok, kami terbang dari Bandara Internasional Suvarnabhum Bangkok. 9 jam kemudian akhirnya kami landing di Domodedovo Airport Moscow sekitar pukul 15.55 dan langsung dijemput bus menuju hostel di Old Arbat Street untuk check-in dan free time.

Kamis (6/10/2018) malam, kami menikmati suasana malam di Old Arbat Street, yakni pusat hiburan dan perbelanjaan di Kota Moskow, yang tidak begitu jauh dari tempat kami menginap. Pagi harinya, Jumat (7/10/2018) kami bergegas menuju bus yang sudah disewa untuk berwisata ke Sergiev Possad, di antaranya Spartak Stadium, Holy Trinity-St Argus complex. Moscow: Tsaritsyno Palace (Baju khas russia)

Spartak Stadium

Foto: Istimewa


Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Spartak Stadium, stadion milik klub sepak bola ternama Rusia, Spartax Moscow. Stadion itu berada di Distrik Tushino atau Barat Laut Moskow, sekitar 14 kilometer dari pusat kota Moskow. Stadion ini Menempati lahan bekas lapangan terbang, dikenal juga sebagai Otkritie Arena. Pembangunan stadion dimulai pada 2010 dan diresmikan pada September 2014 lalu.

Stasiun Metro

Foto: Istimewa


Setelah kembali beristirahat di hostel, di H-4, Sabtu (8/10/2018) kami
melanjutkan wisata di seputar Moskow dengan menggunakan moda transportasi kereta metro atau subwa, yakni kereta bawah tanah paling cepat di Moskow dengan tujuan Red Square, Kazan Cathedral, State National History, Gum mall, Museum, St Basil, Lenin Mausoleum, Zayard’e Park, Moscow 0 mile, Kremlin, Alexander Garden, Tomb of unknown soldiers with Eternal flame, Bolshoi theatre. Saat di Stasiun Metro, ada pemandangan yang membuat kami takut sekaligus takjub, yaitu saat menuruni tangga dengan kedalaman sekitar 84 meter. Akhirnya, kekhawatiran itu sirna setelah kami tiba di Stasiun Metro Moskow saat menikmati indahnya arsitektur yang memiliki nilai sejarah tersendiri.

GUM Mall


Tiba stasiun Plotschad Revolutsii sambil berjalan kaki, kami menuju Red Square (Lapangan Merah). Karena masih pagi dan Red Square belum dibuka, kami mengisi waktu dengan berjalan-jalan di GUM Mall, yakni pusat perbelanjaan terbesar di Moskow, yang menjual barang-barang berkelas, makanan dan minuman es krim lezat. Di sebuah kafe di GUM Mall, terlihat pemandangan spektakuler yang mengarah ke Lapangan Merah dan dinding-dinding Benteng Kremlin.

Red Square (Lapangan Merah)

Foto: Istimewa


Red Square berasal dari kata “Krasnaya” dalam Bahasa Rusia yang berarti “merah”, dan “indah”. Red Square yang berlokasi di Moskow ini adalah ikon wisata paling populer di Rusia yang telah menjadi bagian dari warisan budaya dunia semenjak tahun 1990. Di pusat kota yang mirip alun-alun ini kerap dikunjungi wisatawan seluruh dunia. Saat memasuki Red Square, kami melihat banyak bangunan indah yang instagramable dan sayang jika dilewatkan, seperti Benteng Kremlin Moscow, Bangunan Merah The State Historical Museum Moscow, dan yang paling fenomenal adalah Katedral Santo Basil. Secara historis, warna merah berhubungan erat dengan keindahan di negeri Rusia. Karena itulah, ‘merah’ menjadi nama alun-alun seluas 73 ribu meter persegi ini.

The State Historical Museum Moscow

Foto: Istimewa

Cuaca sangat jernih dengan awan sedikit bergumul membuat cahaya biru langitnya begitu murni dengan pemandangan warna warni cantik bangunan merah The State Historical Museum Moscow, yang berada di lingkungan Lapangan Merah.

Katedral Santo Basil

Foto: Istimewa


Katedral ini mungkin salah satu ikon Moscow dan Rusia paling terkenal di dunia. Memiliki banyak kubah berbentuk bawang di ujung sebelah tenggara kompleks Lapangan Merah, Moscow ini secara tradisional dipandang sebagai simbol posisi unik Rusia di antara Eropa dan Asia. Katedral Santo Basil dibangun atas prakarsa oleh Ivan IV Vasilyevich pada tahun antara 1555 dan 1561 untuk memperingati direbutnya Kekhanan Kazan. Sebaiknya Anda jangan cuma menjelajahi dari luar dan berfoto, tapi juga masuk ke dalam dan melihat mural di dalam kubah yang sungguh menakjubkan.

The Peterhof Saint Petersburg

Foto: Istimewa


Setelah seharian keliling Moskow, keesokan harinya, Minggu (9/10/2018) kami check-out dari hostel di Moscow menuju Saint Petersburg, yakni kota kedua terbesar di Rusia yang terkenal dengan obyek-obyek wisata menarik untuk dikunjungi. Dengan menggunakan kereta cepat Sapsan, kami menuju tempat wisata Canal Cruise (optional), Kazan Cathedral, Our Savior on the Spilled Blood Church. Kemudian pada hari Seninnya (10/10/2018), dengan menggunakan bus, kami melakukan perjalanan ke Peterhof dan Catherine Palace. Peterhof adalah sebuah kota kecil yang terletak di Distrik Petrodvorsovy, Saint Petersburg, Rusia. Di tempat ini terdapat istana, taman, dan deretan air mancur yang indah. Istana serta taman ini dikenal sebagai Versailles Rusia yang diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO. Pemandangan gedung dan panorama alamnya, dijamin menyejukkan hati.

Masjid Biru Saint Petersburg

Foto: Istimewa


Masjid Biru pertama kali dibuka pada 1913, dengan menara masjid setinggi 48 meter dan kubah setinggi 39 meter. Masjid ini dapat menampung 5.000 jamaah. Ada cerita menarik tentang Masjid Biru, yakni saat Presiden Pertama Indonesia, Soekarno menyambangi Leningrad atas undangan pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev pada tahun 1956. Saat itu, Soekarno mendapati Masjid Biru dalam kondisi berdebu, tak terurus, tanpa jamaah, dan berfungsi sebagai gudang. Melihat nasib nahas Masjid Biru, Soekarno kemudian meminta Khrushchev untuk memfungsikan kembali masjid tersebut. Entah sedigdaya apa yang dimiliki Soekarno, permintaannya dituruti seketika oleh Khrushchev.

Di akhir-akhir destinasi ke Rusia, di H-9, Kamis (13/10/2018) kami menghabiskan waktu di Moskow dengan mengunjungi Cathedral Mosque (Masjid), Gorky Park. Masjid Raya Moskow ini merupakan salah satu masjid terbesar di Eropa. Untuk menuju kesini kita harus turun di stasiun Prospekt Mira, dari stasiun ini akan terlihat kubah emas di kejauhan dan berjalanlah sedikit menuju kubah tersebut di kawasan Olympic Stadium. Sedangkan Gorky Park adalah sebuah lahan terbuka yang menjadi kiblat bagi anak-anak muda dengan berbagai fasilitas, mulai dari bioskop terbuka dan museum seni kontemporer, pusat olahraga, lantai dansa hingga kafe-kafe dengan jumlah yang fantastis. Saking terkenalnya, Gorky Park ada dalam lirik lagu dari Band legendaris dunia, Scorpion.

Jumat (14/10/2018), kami mendarat di bangkok pukul 07.30 dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 17.55 WIB. Info buat kamu yang ingin wisata ke Rusia, jadwal wisata selama di Rusia bisa berubah-ubah menyesuaikan keadaan cuaca. Namun begitu, saat di dalam pesawat, kamu akan dibagikan kertas itinerary lengkap dengan penjelasan masing-masing obyek wisata.

Duuh…, jadi pengen ke Rusia kan jadinya. Anyway, yang mana destinasi favoritmu? Sampai ketemu di cerita perjalanan kami selanjutnya, dijamin lebih banyak petualangannya heheheā€¦ (Penulis : Cahyo)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*