Dibalik Manfaat Latih Anak Mendaki Gunung

“Melatih anak mendaki gunung ternyata menjadi tempat pembelajaran penting di sela kesibukan sekolah mereka. Lewat sentuhan berpetualang di alam bebas dapat membentuk anak menjadi pribadi lebih kreatif, kuat fisik, mandiri, percaya diri, sabar, cinta lingkungan, empati dan lainnya”

Anak-anak Mendaki Gunung Merbabu, Foto; Jamal Mahfudz

Ogahdiem.com | Wajah-wajah mungil itu terlihat ceria dan bersemangat. Di hamparan tanah hijau dan bebatuan, sekelompok anak nampak menikmati sepuas-puasnya berpetualang di alam bebas dengan mendaki gunung (hiking).

Mereka bukanlah sekelompok anak-anak kota kebanyakan yang hanya menghabiskan waktu di dalam ruangan dengan menonton televisi atau berkutat dengan smarphone. Mereka adalah siswa-siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Jakarta yang tengah berwisata mendaki Gunung Merbabu, Jawa Tengah.

Foto: Jamal Mahfudz

Meski mendaki gunung dikalangan anak-anak bukanlah kegiatan sepele dan mudah dilakoni (tergolong wisata antimainstream-red), namun lewat pendampingan orang tua yang notabene memiliki pengetahuan khusus atau jiwa berpetuangan agaknya tidak perlu risau akan keselamatan sang buah hati.

Terlebih, para orang tua melibatkan fasilitator terlatih (istilah dalam pendakian; leader dan sweeper) untuk mendampingi anak-anak saat melakukan pendakian. Karena mereka memiliki wawasan yang baik tentang jalur pendakian dan bertanggung jawab serta menjamin tidak akan ada satupun pendaki gunung yang akan tertinggal dan hilang.

Lantas apa saja manfaat mendaki gunung bagi anak-anak? Banyak tentunya! Nah, untuk lebih menguatkan niat Anda, para orang tua mengajak sang buah hati melakukan hiking, berikut beberapa manfaat mendaki gunung bagi anak-anak:

-Melatih kemandirian
Pada usia tertentu, seorang anak diharapkan dapat mandiri. Dengan hiking, hal ini dapat diwujudkan. Beberapa aktivitas sederhana seperti memasak makanan yang mudah bisa diberikan kepada buah hati, tentu saja dengan pengawasan. Lalu meminta dia untuk mengambil sampah dan menaruhkannya di kantong plastik yang sudah disediakan adalah contoh aktivitas lainnya.

-Membangun keberanian dan kepercayaan diri
Dalam perjalanan menyusuri gunung pasti akan ada rintangan yang dihadapi. Agar apa yang dituju dari kegiatan hiking ini berhasil maka rintangan tersebut harus dilalui. Dengan keberanian dan kepercayaan diri maka apa yang diniatkan dapat berhasil dilaksanakan.

-Makin mengenal dan menyayangi alam sekitar dan makhluk hidup lainnya
Pohon-pohon yang hijau, air yang jernih, hewan-hewan liar bakal menjadi obyek-obyek yang sangat dekat selama hiking. Dengan mengajak sang buah hati melihat itu semua, ia pun akan semakin mengenal dan menyayangi alam sekitarnya.

-Melatih fisik menjadi kuat
Tubuh yang sehat dan bugar didapat tidak dengan instan. Kita perlu rajin melatihnya. Anak-anak harus mengetahui hal ini. Dengan naik gunung maka anak kita akan termotivasi untuk berolahraga setiap harinya. Pola hidup sehat akan menjadi bagian dirinya.

-Menumbuhkan rasa empati
Pada saat melakukan hiking, kita akan melihat dan bertemu dengan sejumlah pendaki lainnya. Di beberapa tempat, kita biasanya akan mengambil waktu untuk berhenti sejenak, entah itu untuk mau istirahat maupun makan. Di saat seperti ini, maka biasanya akan ada interaksi antara pendaki yang satu dengan lainnya. Pada banyak kasus, berbagi makanan dan minuman merupakan kegiatan yang biasa dilakukan. Anak-anak ketika melihat kegiatan berbagi ini akan terikut untuk melakukan kegiatan serupa. Berjalan waktu, empati tumbuh di dalam diri mereka.

Foto: Jamal Mahfudz

So, dengan melatih anak mendaki gunung, orang tua juga dapat menemukan sisi lain dari sang buah hati yang belum pernah dilihat selama ini yakni “oleh-oleh” akan kayanya karakter anak dari petualangan singkat mendaki gunung. (Penulis: Jamal Mahfudz, Editor: Cahyo Dharmodjo )

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*