Esport, Olahraga Digital Di Jaman Milenial Hadir Di Indonesia

Olahraga elektronik atau sering dikenal dengan sebutan e-sport merupakan kompetisi permainan video game dengan pemain lebih dari satu atau jamak. Beberapa jenis games yang dipertandingkan biasanya berbau strategi, perkelahian dan tembak-menembak. Nyatanya memang e-sport berangkat dari dunia gaming yang diberi sentuhan profesional. Berbeda dengan kebanyakan orang bermain games hanya untuk mengisi waktu luang. Layaknya seorang olahragawan, para pelaku esoprt menggunakan seragam tim, mendapat latihan kebugaran, tidak cukup hanya memiliki keahlian bermain game.

Bagaimana dengan prospek e-sport di Indonesia? Berdasarkan Newzoo, Indonesia masuk peringkat ke 16 pasar gaming dunia tahun 2017. Pengguna game cukup banyak hingga 43.7 juta gamer. Terlebih presiden Jokowi menginginkan adanya pendidikan khusus esport seperti halnya di negara lain, sebut saja Korea Selatan. Keseriusan pemerintah, terlihat pada penyelenggaraan eksibisi e-sport pertama sebagai salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018. Selanjutnya e-sport akan diresmikan sebagai olahraga oleh Olympic Council of Asia pada Asian Games 2022 di Hangzhou, China.

Bukan itu saja, sebagai contoh tim Recca eSport sering menggondol juara di berbagai turnamen e-sport skala nasional dan internasional pada pertandingan Counter Strike 2. Bahkan salah satu pemain mereka telah direkrut China untuk berlaga di tim negeri tirai bambu tersebut. Jadi potensi e-sport sudah mulai tumbuh subur di negara ini. Namun karena berangkat dari sebuah game, masih banyak orang yang mencibirkan profesi atlet e-sport.

Melihat paragraf diatas menunjukkan e-sport sebagai olahraga digital era milenial hadir dan berpotensi tumbuh di Indonesia sebagai profesi dan industri baru.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*