Tips Khusus Buat Caleg Menangkan Pemilu Legislatif 2019

Ogahdiem.com | Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) di Indonesia tinggal 56 hari lagi. 17 April 2019 nanti, hajatan besar akan digelar. Para Calon Legislatif (Caleg) akan bertarung memperebutkan kursi di legislatif, baik Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Pusat, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Genderang perang menjelang Pileg 2019 pun sudah ditabuh. Tengok saja, sejumlah pamflet, spanduk, dan baliho sang calon legislatif dari berbagai partai politik peserta pemilu yang terpampang di seluruh wilayah Indonesia. Ada pemain lama dan ada juga pendatang baru.

Memang di era sistem Pemilu terbuka saat ini, setiap Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan tertentu bisa menjadi calon legislatif walau sebelumnya tidak pernah berkecimpung dalam dunia politik sebagai kader partai politik sekalipun.

Tak hanya itu, caleg juga terbuka untuk semua kalangan dan profesi apa saja. Mulai dari pebisnis, karyawan, pedagang, rekanan sampai tukang sayur sekalipun. Terpenting mempunyai keinginan, minimal ijazah SLTA sederajat, mematuhi persyaratan umum, dan didukung financial serta dapat dicalonkan oleh Partai Politik peserta pemilu.

Di dalam sistem terbuka ini setiap caleg mempunyai kesempatan yang sama untuk memenangkan Pemilu. Alhasil, dalam situasi banyak caleg yang mendaftar namun tak berbanding terbalik dengan kursi yang tersedia, membuat pertarungan antara caleg sangat ketat.

Untuk menduduki kursi legislatif, seorang caleg tidak hanya cukup bermodal finansial, kerja keras dengan turun ke lapangan menemui konstituennya, namun dibutuhkan tips khusus sebagai bahan kajian untuk mempelajari peluang dan tantangan yang bakal dihadapi, yakni dengan menganalisis beberapa petunjuk yang akan menjadi bekal menuju Pemilu Legislatif, sebagai berikut :

  • Mengenali diri sendiri (berdiri di depan kaca) mengamati dengan saksama siapa diri sendiri (kapasitas, integritas, finansial, dan popularitas).
  • Kenali kawan yang memang kawan yang setia atau kawan yang berpotensi jadi lawan tidak sulit mendeteksi kondisi ini melalui pengamatan yang saksama dan fokus, pada umumnya dalam suatu kelompok terdapat persaingan yang tersembunyi sifat egoisme dalam tubuh manusia sulit dihilangkan apalagi dalam situasi persaingan individu seperti dalam pemilu.
  • Kenali lawan, lawan yang dimaksud adalah lawan dari calon legislatif yang berada 1 (satu) Dapil (siapa Dia?) Mengapa dia menjadi caleg, asal usul keluarga besarnya, basisnya, kapasitasnya, integritasnya, setelah itu mengenai kelemahannya, kekurangannya.
  • Kenali masyarakat di daerah pemiihan (Dapil), kepercayaan yang dianut, kultur dan kehidupan sosial, asal usul daerah asal sebelum bermukim disana serta apa prioritas yang paling dibutuhkan penduduk setempat.
  • Kenali medan (lokasi) Dapil, administrasi pemerintahan, batas wilayah, demografi dan topografi serta struktur kependudukan dan wajib pilih yang ada disana dengan baik dan terukur.

Setelah beberapa poin di atas dikaji, ada baiknya seorang caleg mengumpulkan data kemudian menyusun rencana anggaran, rencana strategi berdasarkan prioritas yang didapatkan dari hasil kajian.

Bro dan Sister, mohon maaf, artikel di atas bukan bermaksud menggurui untuk para rekan-rekan caleg, namun saya semata hanya sumbang pendapat yang bertolak dari upaya efisiensi dan efektifitas. Karena saya menyadari masih banyak pendapat lain yang mungkin jauh lebih kredibel dan jitu. Bilamana oleh para pembaca dianggap tidak relevan dan tidak bermanfaat jangan disimpan dihati buang saja jauh dan lupakan.

Yuk, mari kita ciptakan Pemilu Legislatif 2019 ini dalam suasana yang tertib, nyaman, dan damai. Jayalah Indonesaku! (Cahyo Dharmodjo/Ogahdiem.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*