Keseruan Ngopi Bareng Alumni SMPN 16’85 Jakarta di Kedai Kopi Harum Manis Cileduk

Alumni SMP Negeri 16’85 Jakarta Ngopi Bareng di Kedai Kopi Harum Manis Cileduk (Foto : Ogahdiem.com)

Ogahdiem.com | Bermula dari obrolan-obrolan ringan Sabtu (13/10/2018) pagi hari di grup WhatsApp Alumni SMPN 16 Jakarta angkatan 1985 (16’85), tiba-tiba muncul chatingan berupa ajakan ngongkow sambil ngopi bareng di Kedai Kopi Harum Manis yang berlokasi di Jalan Raden Saleh No. 4 Ciledug, Kota Tangerang.

“Ntar malam ngopi nyoook…di Kedai Kopi Harum Manis Cileduk. Kumpul jam 20.00,” begitu bunyi chat dari salah satu anggota alumni 16’85 bernama Tri Joko Buwono (Joko) sekitar pukul 09.44 WIB.

Beragam tanggapan pun bermunculan dari para anggota grup Alumni SMPN 16’85 atas ajakan kumpul bareng tersebut. Ada yang semangat merespon, ada yang komentar tidak bisa hadir karena punya keperluan lain, dan ada juga yang hanya sekedar basi-basi. Termasuk saya, awalnya hehehe…

Singkat cerita, dari obrolan-obrolan intens di WA grup, akhirnya berkumpulah lima anggota alumni SMPN 16’85 Jakarta di Kedai Kopi Harum Manis sekitar pukul 20.30 WIB malam. Mereka adalah Joko, Nuri, Isni, Supri, dan Cahyo. Memang hanya segelintir orang sih yang datang, tapi kita semua maklum karena acaranya memang dadakan.

“Kuantitas penting, tapi menurut gue paling penting kualitas pertemuannya sih hehehe…,” seloroh Supri dengan senyum khasnya. “Nah, itu dia, serunya dadakan,” Timpal Isni kepada Ogahdiem.com, Sabtu (13/10/2018) malam.

Tak hanya menambah keramaian malam di Kedai Kopi Racik Harum Manis, kelima orang alumni SMPN 16 Jakarta ini juga saling berbagi cerita seru-seru sambil menyerumput kopi dan menyantap menu makanan yang ada di kedai tersebut.

Sebut saja, Supri yang begitu semangat cerita soal usaha ikan cupang dan bisnis pakaian yang tengah digeluti bersama beberapa rekan alumni. Sedangkan Joko tawarkan usulan gimana kalau para alumni SMPN 16’85 mengumpulkan pakaian-pakaian bekas yang layak pakai untuk didonasikan kepada saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana alam di Lombok dan Palu.

Sementara kata Isni, boleh juga pertemuan-pertemuan seperti ini rutin dilakukan para alumni. “Minimal tiga bulan sekali boleh juga tuh. Enggak usah formal dan serius, yang fun dan happy aja,” kata Isni.

Lain lagi Nuri, ibu dari dua anak ini pun tak kalah semangat berbagi cerita mulai dari pengalaman religinya melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci, ngajak naik kereta gantung di Gunung Pangrango sampai lagi butuh pagar bagus untuk acara pernikahan putrinya pada Januari 2019 mendatang.

Saya sendiri? Enggak banyak sih ceritanya. Sebab lagi fokus dengerin obrolan teman-teman sambil sesekali ambil gambar suasana kedai.
Maklum, beberapa bulan ini tengah fokus mengembangkan usaha sendiri berupa media portal berita berlabel “Ogahdiem.com”.

Namun, dari obrolan-obrolan ringan di Kedai Kopi Harum Manis, ada beberapa hal yang kita bisa tangkap. Yakni, teman-teman selalu berpikir positif dan tetap concern menjaga tali silaturahim tanpa embel-embel apapun. Silaturahim seutuhnya!

Kedai Kopi Racik Harum Manis (Foto : Ogahdiem)

Tentang Kedai Kopi Harum Manis

Ngopi bareng di Kedai Kopi Racik Harum Manis ini dapat dibilang sebagai salah satu tempat hangout paling ramai plus seru di kawasan Ciledug, Kota Tangerang.

Kedai kopi ini buka pada pukul 06.00-04.00 WIB dini hari. Setiap harinya, kedai kopi ini selalu didatangi pelanggan sekira 200-300 orang.

Kedai Kopi Racik Harum Manis memiliki konsep jadul yang mencakup semua kalangan. Selain makanan dan minuman, kedai kopi ini menyediakan beberapa pilihan biji kopi nusantara, seperti Arabika dan Robusta

terhadap komunitas penggemar kopi dimana saat ini ngopi telah menjadi gaya hidup dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kota-kota besar di Indonesia.

edai kopi harum manis mulai menggeliat didunia perkopian. Kedai kopi ini menancapkan tiang pertamanya di jalan Raden Saleh no. 4 Ciledug kota Tangerang. Kedai kopi ini juga membuka cabang baru yang berlokasi di perumahan Puri Beta, Ciledug.

Banyak menu andalan kopi di kedai ini, diantaranya adalah Robusta, Arabika, Toraja Makale, Java Preanger, dan Mandailing. Rasa kopinya? Sangat otentik.

Menu favorit gue disini adalah kopi racik susu (panas) sejak November 2017, dan gue mulai intens membelinya hampir setiap hari sejak dua bulan terakhir.

Dari sekian banyak kopi yang gue seruput, hanya kopi racik susu inilah yang pas dilidah gue. Tiga kata yang pas untuk mendeskripsikan kopi racik susu ini adalah “fresh, nikmat, dan nendang”.

Pelayananya? Slow but sure. Tak ada seragam (hanya pakaian casual), tapi tetap terstruktur, terorganisir dengan baik. Kata-kata yang dilontarkan terhadap pelanggan cenderung menggunakan bahasa gaul sehingga tidak kaku.

Tapi, ada seorang kasir (wanita) yang membuat gue sangat terkejut. Kronologisnya, waktu gue memesan kopi racik susu, ada sedikit percakapan seperti biasa antara gue sebagai customer dan si kasir.

Ketika proses pemesanan selesai, gue masih berdiam diri didepan si kasir dengan niat ingin membayar diawal. Tapi, si kasir tiba-tiba melontarkan pernyataan “yaudah, ngapain lagi?” Pernyataan itu keluar didepan muka gue plus didepan customer yang antri dibelakang gue.

Gue tidak mengerti apa yang ada didalam fikiran si kasir sehingga keluar statement seperti itu. Akhirnya, gue mencoba merecovery mood gue yang rusak karena perkataan si kasir itu dengan tidak jadi menikmati kopi dikedai, tapi dibawa pulang.

Gue hanya menggaris bawahi pelayanan si kasir yang sangat buruk lewat kata-katanya tadi, bukan menggaris bawahi rasa kopinya. Karena baru kali ini, gue (customer) mendapatkan perlakuan seperti itu dari sekian banyak kejadian ketika posisi gue menjadi konsumen. Dan itu sangat buruk.

Pelayanan yang bersifat santai dan friendly terhadap konsumen adalah sebuah nilai plus, karena terkesan tidak kaku. Tapi, jika pelayanan santai dan friendly malah membuat posisi konsumen sebagai teman yang anda pahami betul wataknya, merupakan sebuah blunder yang fatal.

Setiap jenis kopi memiliki cita rasa tersendiri. Indonesia sendiri memiliki bermacam-macam kopi yang rasanyanya luar biasa nikmat. Tak heran, banyak orang yang menjadikan kopi menjadi ladang usaha.

Berbicara tentang kopi, di Jalan Raden Saleh No 4, Ciledug, Kota Tangerang, terdapat kedai kopi yang selalu banjir pelanggan, namanya Kedai Kopi Racik Harum Manis. Ya, dapat dibilang kedai kopi ini paling ramai di kawasan Ciledug, Kota Tangerang.

Kedai kopi ini buka pada pukul 06.00-04.00 WIB dini hari. Setiap harinya, kedai kopi ini selalu didatangi pelanggan sekira 200-300 orang.

Kedai Kopi Racik Harum Manis memiliki konsep jadul yang mencakup semua kalangan. Selain makanan dan minuman, kedai kopi ini menyediakan beberapa pilihan biji kopi nusantara, seperti Arabika dan Robusta.

“Sebulan kedai kopi ini bisa beromzet sekitar Rp200 jutaan,” ucap Aji, salah satu karyawan senior di Kedai Kopi Racik Harum Manis kepada Poskotanews.com, Sabtu (21/4/2018).

Kedai kopi ini berdiri sejak tahun 2007. Pemilik kedai kopi ini ialah Angky Dwi Andika. Angky sendiri memiliki sejumlah kebun kopi di luar kota, salah satunya di Makasar.

Kedai Kopi Racik Harum Manis memiliki bermacam jenis-jenis kopi, diantaranya Robusta, Arabika, Toraja Makale, Java Preanger, dan Mandailing. Selain disajikan langsung di lokasi, pelanggan juga bisa dapat membungkus kopi tersebut.

“Es kopi racik susu yang paling banyak dibeli di sini,” kata Aji.

Pelanggan bisa membeli kopi tersebut secara online. Kedai kopi ini memiliki media sosial dan website sendiri. Dalam sehari, sekitar 500 bungkus kopi bisa laku terjual.

“Malah sekarang aja kita lagi ada pesanan sebanyak 8 ribu bungkus kopi,” paparnya.

Kedai kopi ini mematok harga sangat miring, sehingga tak akan menguras kantong pelanggan. Contohnya Robusta 200 gram saja hanya dihargai Rp15 ribu. Hal itu pun membuat banyak coffe shop, kafe dan hotel membeli kopi di sini.

“Yang paling mahal itu kopi Gayo Wine. Harganya Rp120 ribu untuk 250 gram. Untuk harga paling murah kopi minum di sini ialah Rp4 ribu dan paling mahal Rp10 ribu,” tutup Aji. (Cahyo/Ogahdiem.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*