Menguak Misteri Quick Count Pemilu 2019

KPU (Komisi Pemilihan Umum) sebagai institusi resmi menyelenggarakan Pemilu memiliki kewenangan khusus untuk mengumumkan secara resmi hasil perhitungan pemilu. Namun sejatinya kebanyakan masyarakat ingin mendapatkan hasil sesegera mungkin. Sejak itu perhitungan quick count atau hiting cepat menajdi begitu populer di setiap ajang pemilu belakangan ini termasuk pemuli 2019 yang baru saja usai. KPU sendiri tidak mungkin melakukan quick count mengingat kapasitas mereka sebagai institusi yang wajib menghargai setiap sebaran data yang masuk secara valid. Disamping regulasi dan birokrasi yang harus dilalui, hal ini membuat hasil perhitungan pemilu dari KPU membutuhkan waktu hingga berminggu-minggu.

Mari menguak misteri quick count pemilu 2019 yang mampu memberikan hasil hanya dalam beberapa jam saja.

Quick count sebenarnya merupakan salahsatu metode statistik dalam menghitung sampel data yang terkumpul. Jadi tidak semua data diambil, cukup beberapa sebaran data. Dengan demikian perhitungan hasil jauh melebihi kecepatan penghitungan normal. Baik kecepatan maupun akurasi ditentukan oleh faktor-faktor dibawah ini yang menguak misteri quick count pemilu 2019.

Penentuan sampel TPS (Tempat Pemungutan Suara)
Pengambilan sampel data langsung di beberapa TPS secara acak dan memenuhi persyaratan. Seperti jumlah pemilih, letak geografis TPS dan lainnya.

Tentunya semakin besar jumlah sampel data TPS akan memberikan hasil lebih akurat. Namun perlu dicermati bahwa semakin besar sampel yang diambil semakin tinggi biayanya dibutuhkan. Apakah biaya yang dikeluarkan sesuai dengan dana yang diperoleh? dalam pengertian quick count adalah sebuah bisnis yang juga mengkalkulasi keuntungan.

Relawan pemetik sampel (data picker)
Relawan pemetik sampel data menjadi penting karena kualitaskecepatan dan akurasi data yang dikirimkan mengacu pada data yang dikirimkan ke fasilitator quick count. Penyelenggara quick count perlu memberikan pelatihan terkait pengambilan data valid maupun tidak.
Proses pengiriman data biasanya menggunakan SMS dengan format tertentu dan langsung masuk ke server quick count.

Rekapitulasi data ke pusat quick count.
Sampel data yang masuk dapat langsung diolah dengan beberapa metoda statistik yang rumit. Pengolahan menjadi kritis ketika hasil harus disampaiakan secara realtime ke pengguna yang umumnya televisi dan media berita online.

Hasil final quick count
Penyelenggara quick count umumnya saling berlomba untuk menentukan hasil final perhitungan cepat. Bahkan dalam beberapa skenario mereka sudah menutup hasil perhitungan sebelum sampel data mencapai seratus persen.

Diatas, pembaca dapat mengetahui misteri cara kerja quick count pemilu 2019. Walaupun hasil beberapa penyelenggara quick count tidak jauh berbeda, namun tetap perlu menunggu hasil resmi yang akan disampaikan KPU.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*