Sejarah Hari Pers Nasional dan Peran Penting Wartawan

Ogahdiem.com | Hari Pers Nasional atau HPN diperingati tanggal 9 Februari setiap tahun atau bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Tahun ini, Pers Nasional genap berusia 34 tahun. Yakni sejak ditetapkan oleh Keputusan Presiden RI No. 5 tahun 1985 yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985. Namun, pemilihan tanggal HPN bukan tanpa alasan karena ada cerita sejarah di baliknya.

Dilansir Detik.com, Sabtu (9/2/2019), sejarah pers nasional Indonesia mempunyai kisah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Itu sebabnya ide adanya HPN mengemuka hingga akhirnya muncul beleid penetapan oleh Presiden Soeharto, 34 tahun silam.

Sejarah Hari Pers Nasional

Perjalanan adanya Hari Pers Nasional cukup panjang. Awal mula penetapan HPN ini bisa ditelisik dari salah satu butir keputusan kongres ke-28 PWI yang dilaksanakan di Kota Padang, Sumatera Barat, pada tahun 1978. Dalam Kongres tersebut dibahas tentang hari pers nasional, akhirnya tercetus dari keinginan tokoh-tokoh pers untuk memperingati kehadiran dan perannya dalam lingkup nasional.

Keinginan adanya HPN pun makin kuat. Akhirnya, Dewan Pers dalam sidang ke-21 di Bandung pada 19 Februari 1981 menyampaikan kepada pemerintah sekaligus menetapkan penyelenggaraan hari pers nasional. Dewan Pers juga mengajukan hari pers nasional untuk diperingati setiap tahun. Pers mengalami dinamika dan permasalahannya dari masa keemasan. Bukan hanya itu, pers membantu mempublikaskan keadilan yang terjadi hingga saat ini.

Hasilnya tidak sia-sia setelah sekitar 7 tahun berlalu akhirnya pada 9 Februari ditetapkan secara resmi oleh pemerintah sebagai hari pers nasional. Saat itu Indonesia dalam era Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto.

Hari Pers Nasional atau HPN diselenggarakan untuk merayakan hari jadi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 pada tahun 1985. Keputusan Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari ini menyatakan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. Selain itu dewan pers kemudian menetapkan hari pers nasional dilaksanakan setiap tahunnya secara bergantian di ibu kota provinsi se-indonesia.

HPN dilaksanakan secara bersama antara komponen pers, masyarakat, dan pemerintah. Selain itu dalam acara ini terlibat pemerintah daerah yang ditunjuk menjadi tempat dan panitia penyelenggara. Landasan ideal HPN merupakan sinergi. Sinergi antar komponen pers, masyarakat, dan pemerintah dapat berjalan dengan seimbang.

Pengaruh Negara Jepang

Jika berbicara soal pers di Indonesia, sebenarnya hal ini berkaitan dengan pengaruh negara Jepang sebagai penjajah negara Indonesia pada tahun 1942 hingga 1945 versi Indonesia. Surat kabar yang beredar pada zaman penjajahan Belanda dilarang beredar oleh Jepang.

Selain itu Jepang memperlakukan izin penerbitan pers dan memaksa semua surat kabar Indonesia untuk bergabung menjadi satu. Hal tersebut memengaruhi proses perjuangan kemerdekaan Indonesia. Namun tidak pernah putus asa dan akhirnya Indonesia meraih kemerdekaan RI tahun 1945.

Itulah penjelasan mengenai hari yang bersejarah yakni hari pers nasional dirayakan setiap tanggal 9 Februari setiap tahunnya. Dengan adanya hari ulang tahun ini diharapkan pers terus berjaya dan meneruskan kiprah serta perannya sebagai media yang mendukung informasi yang benar dan menegakkan keadilan seperti sejarah berdirinya pers Indonesia.

Poin Penting Mengenai Hari Pers Nasional

Setelah mengetahui sejarahnya berikut ini ada beberapa informasi terkait bagaimana berdirinya hari pers nasional, sejarah, dan maknanya. Berikut adalah poin penting dalam hari pers nasional di antaranya adalah:

Wartawan Berperan Penting

Poin pertama mengenai hari pers nasional yang perlu diketahui. Bahwa wartawan menyumbang peran ganda dalam mewujudkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Seringkali kita hanya tahu pahlawan yang berjuang di medan perang saja yang dianggap sebagai seorang pahlawan.

Namun nyatanya wartawan banyak berperan sebagai aktivis pers dan berperan dalam pemberitaan yang membangkitkan kesadaran nasional masyarakat Indonesia, semasa masih dijajah.

Sedangkan peran yang kedua sebagai aktivis politik. Wartawan bertugas sebagai bentuk perlawanan rakyat terhadap kolonialisme. Agar dapat mencapai kemerdekaan hingga saat ini. Selain itu Indonesia juga dapat terbebas dari masa penjajahan pengingat kegiatan pers masih terus berlangsung dan mengambil peran vital dalam mewujudkan cita-cita bangsa setelah merdeka.

Bisa dikatakan pers merupakan suara keadilan dalam bentuk lain yang bisa ditunjukkan kepada masyarakat dan membangkitkan motivasi masyarakat.

Jalinan Antar Pers, Masyarakat, dan Pemerintah

Adanya hari pers nasional ini bukan hanya membangkitkan masyarakat dan menjalin kerja sama antara pers dan juga masyarakat umum untuk memberikan informasi yang benar. Namun juga melahirkan persatuan baru yakni Persatuan Wartawan Indonesia. Berangkat dari peran wartawan yang sangat penting dan mungkin bisa dibilang vital dalam sejarah kemerdekaan Indonesia, akhirnya terbentuklah organisasi bernama Persatuan Wartawan Indonesia atau Biasa disingkat sebagai PWI. Tujuan dari berdirinya PWI ini tentu saja untuk menjadi wadah dan sarana serta lambang persatuan para wartawan Indonesia, dalam memeratakan kedaulatan Indonesia dari bahaya kembalinya penjajahan. Selain itu para wartawan berjuang untuk memberikan informasi terkini yang terjadi di tengah pemerintahan Indonesia.

Ulang Tahun pada 9 Februari

Sebagian dari kita mungkin bertanya-tanya, mengapa ulang tahun atau hari pers nasional jatuh pada tanggal 9 Februari? Seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya lahirnya hari pers nasional berkaitan dengan PWI. Ternyata 9 Februari bertepatan dengan hari jadi PWI yang dibentuk pada tahun 1946.

Hari pers nasional diselenggarakan setiap tahun secara bergantian. Pada tahun 2019 sendiri Surabaya akan menjadi tuan rumah untuk rapat dan peringatan Hari Pers Nasional selanjutnya dengan tema ‘Penguatan Ekonomi Kerakyatan Berbasis Digital’.

Hari pers nasional ini akan dilangsungkan untuk memperingati perjuangan para wartawan dan pers zaman dulu untuk memerdekakan pers yang ada di Indonesia. (Cahyo/Ogahdiem.com)

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*