5 Tips Menjadi Karyawan yang Disukai Atasan

Judul tips menjadi karyawan kantor yang disukai Atasan tidak bermaksud Anda menjilat Atasan untuk mendapat pujian dengan maksud mendapat nilai evaluasi terbaik. Walaupun setiap karyawan memang ingin dipuji, dilihat dan dihargai Atasan tentunya dengan pertimbangan profesionalisme.
Tidak seperti karyawan yang bekerja di bidang kreatif, skill tinggi seperti engineer ataupun memiliki target terkadang cukup membuktikan dengan hasil. Mau tidak mau, karyawan yang tergantung dengan Atasan memang perlu mendekatkan diri dengan Atasan. Hal yang wajar terutama sebagai karyawan junior menyangkut jenjang karir, persaingan kerja dan perubahan income yang pasti di masa depan.


Berikut 5 tips menjadi karyawan yang disukai Atasan.

  1. Jangan takut pada Atasan
    Menghormati Atasan merupakan keharusan walaupun sekedar menegur kata “Pak” (dengan tersenyum ikhlas sambil menganggukkan sedikit kepala) ketika berpapasan akan membuat Atasan merasa dihormati. tentunya ini karena lasan profesionalisme.
  2. Berbincang seperlunya dan tidak meninggikan suara
    Tidak sedikit Atasan yang jaim (jaga image) dengan alasan tertentu misalnya jaga pamor sehingga tidak terlalu suka berbincang dengan karyawannya.
    Jika demikian, hadapi Atasan dengan berbincang seperlunya terkait (laporan) pekerjaan dengan tidak meninggikan suara. Tidak perlu SKSD (sok kenal sok dekat), jika terlalu akrab terkadang Atasan merasa Anda sedang mencari muka.
  3. Tunjukkan profesionalisme
    Jiak tidak mau dicap sebagai penjilat Atasan, bekerjalah senaksimal mungkin. Buat Atasan menilai Anda sebagai karyawan yang menjunjung nilai profesionalisme.
    Jangan terikat dengan aturan jam kerja. Menyelesaikan pekerjaan di luar jam kerja bisa menjunkkan sikap profesional. (note: dalam beberapa hal pulang telat berarti ada masalah, akan dibahas berikutnya).
  4. Biasakan bernegosiasi
    Atasan terkadang memberikan pressure berlebihan soal pekerjaan. Disni Anda bisa melakukan nogosiasi atau tawar menawar untuk mendapatk win-win solution.
    Pada dasarnya Atasan lebih membutuhkan hasil bukan proses. Ketika Anda menawarkan akan mengerjakan pekerjaan tersebut esok dan menjamin selesai. Biasanya Atasan tidak menolak dengan usulan Anda.
  5. Tidak sungkan bertanya
    Malu bertanya sesat di jalan. Sebagai karyawan terkadang mentok dengan masalah seperti kontrak personalia. Atasan terkadang tidak terlalu memperhatikan hal ini. Bertanya soal status kontrak akan membuat Atasan mengetahui status kepegawaian Anda. Lain lagi, kasus permintaan pekerjaan dari bagian lain yang mengaitkan Atasan Anda. JIka muncul keraguan jangan sungkan bertanya, jangan-jangan nama Atasan Anda sedang dicatut supaya Anda mau melakukan pekerjaan di luar job desc. Hal ini sering terjadi pada karyawan junior.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*